Selasa, 13 Juli 2010

Silence (Episode 10)


Sinopsis Silence
Episode 10


Paman Zuo hanya tersenyum dan sadar bahwa Wei Yi memendam sebuah beban. Sebelum pergi, ia mengingatkan bahwa selalu ada harapan untuk semua hal. Dengan tersenyum getir, pemuda itu kembali teringat tentang terakhir kali ia datang ke gereja bersama si gadis bisu.

Di tempat lain, Shen Shen sibuk mengerjakan pesanan pakaian bersama penghuni wisma Shi Xi. Ia sempat heran melihat Zuo Jun mendadak muncul, dan kaget saat mendengar bahwa sang bos Wei Yi ternyata telah kembali ke Taiwan. Entah kenapa, gadis itu merasa kehilangan sesuatu.

Wei Yi memutuskan untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan membahagiakan orang-orang yang dicintai, yang paling gembira dengan perubahan sikap itu adalah Xiao Guang. Sayang, kegembiraan tidak berlangsung lama karena sekonyong-konyong pemuda itu memintanya membatalkan pertunangan.

Saat tahu penyebabnya, Xiao Guang hanya bisa menangis tersedu-sedu. Sadar bahwa apa yang diucapkannya sangat menyakitkan, Wei Yi memeluk gadis itu dengan erat dan sebelum berpisah, meminta supaya rahasia tersebut dijaga sampai dirinya 'pergi'.

Setelah masalah Xiao Guang selesai, Wei Yi memutuskan untuk mendampingi ibunya yang nampak depresi. Selain berusaha menghabiskan waktu sebanyak-banyaknya dengan wanita yang telah melahirkannya itu, pemuda tersebut juga berpesan supaya sang ibu bisa selalu bahagia.

Ingin memberikan kenang-kenangan sebagai hadiah ultah ibunya, meski tahu kalau disaat itu dirinya kemungkinan besar telah meninggal, Wei Yi membeli sebuah handycam dan berencana merekam semua kegiatannya setiap hari sekaligus meninggalkan pesan bagi sang ibunda tercinta.

Kaget melihat Xiao Guang menangis tersedu-sedu dipelukannya, Huang Zhi Ye mendatangi Wei Yi dan memukul pria itu. Siapa sangka, sang 'rival' tidak membalas dan malah berjalan gontai. Begitu sampai didalam rumah, ia juga tidak memperdulikan kemarahan ayahnya Zhen Yang.

Waktu berbicara dengan ibunya, Wei Yi mulai mengerti apa yang membuat ayahnya bekerja begitu keras. Diam-diam, ia mengemasi barang-barangnya karena tidak ingin setelah meninggal nanti, sang ibu melakukannya karena hanya akan membuat sedih.

Hal berikut yang dilakukannya adalah menulis surat pada sang gadis bisu yang telah lama diimpikannya, yang diletakkan di tempat rahasia mereka di rumah sakit. Disitu, Wei Yi mengungkapkan mengenai kenapa ia tidak bisa menepati janji.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar