Selasa, 13 Juli 2010

Silence (Episode 18)


Sinopsis Silence
Episode 18


Masa-masa tenang yang penuh kepalsuan di kediaman keluarga Qi mulai berakhir, karena Mei Ru ibu Wei Yi berniat menggugat cerai sang suami. Keruan saja Zhen Yang kelabakan, karena ia tidak ingin kehilangan semua harta yang dimiliki selama ini.

Di kantor, Zuo Jun yang banyak termenung kembali dipanas-panasi oleh Xu Li. Namun kali ini, pemuda itu hanya tersenyum lemah sambil mengatakan bahwa niat gadis itu untuk mendapatkan kepuasan dengan menyakiti keluarga Qi pada akhirnya hanya akan membuatnya menderita.

Ucapan itu sempat membuat gadis itu terhenyak dan berusaha memperbaiki hubungannya dengan sang ayah, siapa sangka Zhen Yang malah memaki-maki dan menyebut kalau Xu Li tidak akan pernah menjadi bagian dari keluarga Qi ataupun mendapat harta warisan. Keruan saja, hal tersebut membuat Xu Li kembali ke dirinya yang dulu.

Dengan berani, gadis yang telah diliputi kebencian itu melabrak Mei Ru dirumahnya sampai-sampai wanita setengah baya itu depresi dan berniat bunuh diri. Begitu diberitahu, Wei Yi langsung bergegas menuju rumah sakit. Alangkah kecewanya dia saat tahu sang ayah malah berusaha menutupi kejadian yang sebenarnya dan tetap bersikap dingin.

Bukannya sadar, pria itu malah berusaha menyalahkan semuanya pada sosok Shen Shen yang dianggap sengaja masuk ke kehidupan Wei Yi untuk mencerai-beraikan keluarganya. Lagi-lagi Zhen Yang berusaha menebus semuanya dengan uang saat bertemu Shen Shen, yang keruan saja ditanggapi dingin oleh gadis bisu itu.

Ketika Mei Ru sadar, Wei Yi akhirnya tahu tentang masa lalu sang ayah dan perasaan bersalah sang ibu yang merasa bertanggung jawab atas semua yang terjadi. Akhirnya pemuda itu mulai paham kenapa selama ini Xu Li begitu ambisius dan tega berbuat apa saja untuk memenuhi keinginannya.

Ditunggu Shen Shen semalaman, Wei Yi baru pulang keesokan harinya dan harus menerima hukuman dari gadis itu : belajar menari dari Zhi Ling. Dengan wajah kusut campur malu, mau tidak mau pria itu harus menurut. Di tempat lain, Xu Li yang masih penasaran berusaha mempengaruhi Xiao Guang untuk tidak melepas Wei Yi begitu saja.

Meski kerap berbuat jahat, diam-diam Xu Li ternyata sangat menderita. Hal itu diutarakannya saat mengobrol dengan Zuo Jun, dan menyebut bahwa meskipun Zhen Yang jahat dan hanya mementingkan materi diatas segalanya, namun pria itu tetaplah ayahnya.

Begitu tahu Mei Ru ada di rumah sakit, Shen Shen memaksa Wei Yi untuk mau mengajaknya. Begitu gadis itu muncul, tentu saja Mei Ru kaget (meski bahagia melihat serasinya sang putra dengan Shen Shen). Sebelum pergi, Shen Shen menitipkan secarik surat yang isinya membuat wanita setengah baya itu terharu sekaligus makin sayang dengan calon menantunya tersebut.


***

Membulatkan tekad, keesokan harinya ia kembali ke perusahaan Yi Yang untuk menyerahkan surat pengunduran diri. Siapa sangka, niat tersebut dicegah Xu Li yang membuka sebuah tabir kebenaran yang cukup mengagetkan : hidup Wei Yi tinggal beberapa bulan lagi sehingga tidak mungkin pemuda itu bisa menjaga Shen Shen.

Keruan saja, pemuda itu langsung bergegas menuju ke kediaman Wei Yi, tepat pada saat Zhi Ling merayakan pesta ultahnya bersama pemuda itu (yang mengenakan gips di kakinya), Shen Shen (dengan pakaian mahluk Mars), Xiao Guang (pemburu) dan Zhi Ye (sasaran pemburu). Namun, niatnya langsung pudar saat melihat Wei Yi dan Shen Shen berdansa dengan mesranya.

Sayang, ditengah kegembiraan pesta penyakit Wei Yi kembali kambuh. Untung ada Xiao Guang, yang berhasil menutupi semuanya dari Shen Shen. Memutuskan untuk keluar gedung, batuk Wei Yi mengeluarkan darah dan hal itu terlihat oleh Zuo Jun yang ternyata belum pergi. Keruan saja, amarah pemuda itu kembali muncul karena menganggap rahasia itu hanya akan membuat Shen Shen kembali terluka.

Berbeda dengan sebelumnya, Zuo Jun kali ini meminta supaya pria itu bisa bertahan hidup karena Shen Shen membutuhkan kehadirannya. Setelah sekian lama, kedua pria yang berseberangan karena mencintai wanita yang sama itu akhirnya bisa berbicara dari hati ke hati.

Sebelum berpisah, Zuo Jun meminta Wei Yi memanfaatkan waktu yang tersisa untuk benar-benar mencintai Shen Shen. Merasa menemui teman senasib, pemuda itu kemudian menemui Xiao Guang yang ternyata telah lama tahu soal penyakit Wei Yi. Obrolan dua insan yang sama-sama patah hati itu membuat Zuo Jun semakin mengerti bahwa hal terbaik adalah bisa melepaskan pasangan yang telah saling mencintai.

Tentu saja, tidak mudah melepaskan semua kenangan indah bersama Shen Shen, apalagi wanita itu sangat dicintai Zuo Jun. Namun, pemuda itu menguatkan diri sambil mengubur semuanya dengan mengajak Shen Shen ke pinggir sebuah pantai dan berlari bersama.

Sambil setengah merajuk, Zuo Jun meminta Shen Shen untuk bsia mengajari bahasa isyarat kepada Wei Yi hingga pemuda itu benar-benar mahir. Tidak hanya itu, ia juga menyebut bakal melepas cintanya pada gadis itu dan meminta Shen Shen untuk bisa menjaga diri (dan kebahagiaannya) dengan baik.

Saat menyampaikan surat pengunduran dirinya, Zuo Jun berpesan pada Zhen Yang supaya tidak lagi berusaha memisahkan Wei Yi dan Shen Shen. Siapa sangka, pria itu malah menggunakan Zuo Jun sebagai umpan dengan tuduhan menggelapkan uang perusahaan. Keruan saja, Zuo Jun ditangkap polisi.

Keruan saja Shen Shen langsung tidak tenang, karena ia tahu betul apa yang dikehendaki oleh Zhen Yang. Ketika kembali, pertemuan keduanya ternyata telah dilihat Wei Yi dari atas. Pemuda itu langsung menduga-duga apalagi yang diinginkan oleh sang ayah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar