Selasa, 13 Juli 2010

Silence (Episode 16)


Sinopsis Silence
Episode 16


Perubahan sikap Wei Yi di kantor makin terasa, seorang manajer yang telah lama bekerja dengan tekun dibuat terkaget-kaget karena sang direktur memintanya dengan halus untuk mengambil cuti panjang. Tak jauh dari sana, Xu Li akhirnya mendapat kabar untuk apa obat yang biasa dikonsumsi Wei Yi.

Sambil memamerkan mobil baru yang didapatnya dengan dalih kenaikan pangkat, Zuo Jun berusaha membujuk Shen Shen untuk mau datang ke acara perayaan bersamanya. Siapa sangka, gadis itu menolak dengan halus. Mau tidak mau, pemuda itu hanya bisa menahan kecewa (meski sebenarnya ia tahu bahwa di acara tersebut hati Shen Shen akan disakiti untuk kesekian kalinya).

Ketika sampai dirumah, Wei Yi merasa bahagia melihat kesibukan ibunya di dapur (dalam rangka mempersiapkan makanan untuk jamuan pesta) yang sekaligus menandakan masa-masa depresi wanita setengah baya itu sudah berlalu. Bahkan, pemuda itu tak segan bermanja-manja sambil menyebut rindu akan masa kanak-kanaknya.

Sayang kebahagiaan tersebut hanya sesaat, mendadak Xu Li muncul dengan seorang koki profesional dan menyebut supaya istri Zhen Yang itu tidak usah bekerja lagi. Keruan saja, ibu Wei Yi kembali dibalut kekecewaan mendalam dan mulai depresi lagi. Ketika dikonfrontir Wei Yi, gadis itu hanya tersenyum licik dan menyebut hanya menjalankan perintah Zhen Yang.

Sadar kalau sang ibu sangat sedih, Wei Yi berusaha menghibur. Namun, wanita setengah baya itu sambil menitikkan air mata malah meminta maaf pada sang putra karena tahu Wei Yi selama ini hidupnya tidak bahagia dan ia sendiri merasa gagal sebagai seorang ibu.

Berkat bantuan Huang Zhi Ye, Xiao Guang akhirnya sampai ke rumah Zhen Yang yang ternyata berniat menggelar pesta pertunangan Wei Yi dan gadis itu. Keruan saja pertemuan Shen Shen (yang diajak Zuo Jun) dengan Wei Yi tidak terhindarkan, namun ada sebuah kejadian lain yang mengubah pemikiran gadis bisu itu.

Bertemu dengan wanita di rumah sakit yang tak lain adalah ibu Wei Yi, Shen Shen dinasehati supaya jangan pernah membalas rasa terima kasih dengan perasaan cinta. Dari kejauhan, Wei Yi hanya bisa menatap dengan trenyuh saat Shen Shen memeluk sang ibu dengan maksud memberi penghiburan.

Suasana panas akhirnya dimulai ketika Zhen Yang mengumumkan rencana pernikahan Wei Yi dengan Xiao Guang, yang langsung dibantah putranya. Tidak hanya itu, ia juga dengan berani mencela tindakan sang ayah yang terang-terangan berusaha mempermalukan Shen Shen yang bisu.

Wei Yi yang tidak tahan lagi akhirnya menarik Shen Shen keluar, namun Zhen Yang mengancam bakal memutuskan hubungan dengan sang putra. Mendadak dari belakang terdengar seruan dari sang ibu, yang menyuruh Wei Yi untuk berani mencari kebahagiaannya meski harus keluar dari rumah.

Memacu mobilnya ke sebuah tempat, Wei Yi dengan suara dingin menegur Shen Shen yang dianggapnya mau datang ke rumah keluarga Qi untuk dihina dan tidak melawan. Kali ini, gadis itu tidak dapat menahan emosi dan berusaha berbicara dengan meneteskan air mata, namun tidak ada sepatah katapun yang terdengar. Tidak tega melihatnya, Wei Yi langsung memeluk Shen Shen.


***

Di rumah, Zhen Yang dan Wan Mei Ru ibu Wei Yi terlibat pertengkaran hebat. Setelah sekian tahun membisu, wanita itu akhirnya tidak tahan lagi dengan sikap sang suami dan dengan lantang menuturkan bahwa semua itu adalah karma yang harus mereka tanggung. Sebagai balasannya, Zhen Yang membanting pigura foto mereka dan melangkah pergi.

Apa yang ditakutkan Mei Ru ternyata benar, dari Pengurus Liu ia akhirnya tahu bahwa wanita dan seorang gadis cilik yang berlutut di depan rumah lama mereka 13 tahun silam adalah mantan istri dan putri Zhen Yang. Di kantor, Xu Li akhirnya membuka identitas dirinya kepada Zuo Jun, yang hanya bisa terperangah.

Bagaimana dengan Wei Yi dan Shen Shen? Ditengah keributan yang terjadi, mereka ternyata berada di bawah pohon yang menjadi saksi kebersamaan keduanya 13 tahun silam sambil menikmati musik bersama. Demi menghibur gadis itu, Wei Yi mengalah dan setuju saat diajak ke sebuah taman bermain.

Saat berjalan pulang, tak sengaja keduanya bertemu dengan sebuah rumah kecil yang idanggap sangat ideal untuk tinggal. Sambil mendengarkan harapan Shen Shen (lewat bahasa isyarat), Wei Yi hanya bisa tersenyum sedih karena tahu bahwa harapan untuk bisa tinggal di rumah tersebut bersama Shen Shen yang dicintai hampir tidak mungkin.

Sesampai dirumah, Shen Shen mendengar keributan dan terkejut saat melihat Paman Zuo memukuli Zuo Jun habis-habisan karena dianggap sengaja menindas gadis itu. Sementara itu, Wei Yi yang kuatir dengan keadaan Xiao Guang menanyakan tentang gadis itu pada Huang Zhi Ye.

Keruan saja, kehadirannya disana membuat Zhi Ye kesal. Namun saat adu mulut, mendadak Wei Yi ambruk dan mau tidak mau, Zhi Ye menggotong pemuda itu ke rumahnya. Mengabaikan permintaan Zhi Ling sang kakak, ia akhirnya memberi tahu Xiao Guang tentang keberadaan Wei Yi.

Setelah Wei Yi siuman, Xiao Guang yang masih terluka akhirnya pasrah dan secara tersirat mengaku tidak akan berusaha memisahkan pemuda itu dengan Shen Shen lagi. Setelah bertemu Mei Ru, ia akhirnya dinasehati untuk tidak mengulang kesalahan yang pernah dilakukan wanita setengah baya itu, dan mau melepaskan Wei Yi dengan penuh kerelaan.

Yang masih belum puas adalah Zhen Yang, ia memutuskan untuk melabrak Shen Shen dan menanyakan keberadaan putranya. Siapa sangka dari gadis itu (dan dibantu oleh Zuo Jun sebagai penerjemah), pria itu malah disebut iri pada sepasang sejoli itu karena tidak mempunyai kemampuan untuk mencintai orang lain. Dengan kesal, Zhen Yang keluar sambil mengancam bakal menghentikan semua bantuan finansial Wei Yi.

Wei Yi yang baru pulih akhirnya ditampung oleh Zhi Ling, yang tersipu-sipu saat tahu pemuda itu telah memutuskan pertunangannya dengan Xiao Guang. Dengan penuh semangat, ia memberi nasehat supaya Wei Yi berani mengutarakan perasaannya pada gadis yang dicintai, tanpa tahu gadis tersebut bukanlah dirinya melainkan Shen Shen.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar