Selasa, 13 Juli 2010

Silence (Episode 8)


Sinopsis Silence
Episode 8
Penolakan Shen Shen langsung membuat Zuo Jun teringat dengan sesuatu yang pernah dilihatnya beberapa tahun silam, saat gadis itu berpegangan tangan dengan seorang bocah laki-laki di rumah sakit. Pemuda itu sadar kalau Shen Shen belum bisa melupakan cinta pertamanya.

Hal serupa ternyata juga dialami oleh Wei Yi, yang saat di rumah sakit bertemu dengan sahabat lamanya Han Xin yang telah menjadi dokter. Saat makan bersama, ia mengaku bahwa hanya rekannya tersebut dan satu orang lagi yang bisa melihat kalau dirinya bukanlah pria berdarah dingin.

Mendapat restu dari pemilik perusahaan, Xu Li mulai menjalankan strateginya mengusir penghuni wisma Shi Xi. Cara pertama yang dilakukannya adalah mendekati Xiao Hong, yang ketika itu baru saja bertengkar dengan suaminya A Fu (keponakan Paman Kapri). Dengan uang, ia berhasil menyogok wanita itu dan memberi tenggang waktu dua hari.

Tak berapa lama, muncul segerombolan preman yang merusak bahan-bahan dan membuat tangan Paman Kapri patah. Petaka tidak hanya sampai disitu, sindiran Xiao Hong membuat A Ling dan A Han pergi meninggalkan wisma Shi Xi karena tidak mau jadi beban.

Lewat sebuah kejadian, Shen Shen akhirnya tahu kalau Xiao Hong disogok oleh perusahaan Yi Yang dan menduga bahwa semua itu adalah bagian dari siasat Wei Yi. Dengan marah, ia mendatangi kantor pria itu, melemparkan uang, dan memaki-maki dengan bahasa isyarat sebelum pergi dengan gusar.

Kaget dengan reaksi gadis itu, Wei Yi tahu bahwa semua itu adalah ulah asistennya Xu Li. Setelah dengan dingin memberitahu pemecatan gadis itu, ia berjalan kaki dan menemukan sejumlah kejadian yang membuatnya teringat akan ucapan Shen Shen. Secara kebetulan, ia juga berjumpa dengan A Ling dan A Han, kemudian meminta mereka kembali ke wisma Shi Xi.

Begitu tahu kalau keduanya kembali atas bujukan Wei Yi, ditambah hadiah sepatu baru, Shen Shen dengan bahasa isyarat mengucapkan terima kasih pada pemuda itu (yang tentu saja tidak melihat). Namun sebuah fakta baru membuat Wei Yi tersentak : ia menderita kanker hati stadium akhir dan hanya punya waktu 3 bulan untuk hidup.

Dalam keadaan terpukul, ia saling berkirim pesan lewat SMS dengan Shen Shen. Mulai berpiir tentang singkatnya waktu, di pagi hari Wei Yi mampir ke wisma Shi Xi dan diam-diam menahan senyum melihat sosok gadis itu yang begitu ceria menghadapi hidup. Shen Shen sendiri merasa ada yang memperhatikan, dan akhirnya melihat sosok Wei Yi di luar wisma.

Keduanya menghabiskan pagi tersebut dengan makan bersama. Lagi-lagi, identitas masing-masing nyaris saja terbongkar ketika Wei Yi menanyakan tentang isyarat bintang keberuntungan. Sayang meski teringat dengan isyarat yang pernah diajarkan oleh sahabat dari planet Mars-nya, gadis itu memutuskan untuk memberi dengan cara lain.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar